Memasuki Awal Tahun 2022, Pokja Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Provinsi DKI Jakarta Gelar Rapat Pembentukan Kampung Pancasila di 267 Kelurahan Se-Provinsi DKI Jakarta

Jakarta-Pokja Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Pemprov DKI Jakarta, menyelenggarakan Rapat Internal Pokja PPWK, dipimpin oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakrie M.Si, dan juga dihadiri Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Bakesbangpol DKI Jakarta, Drs. M. Asyik Noorhilmany, M.Si, dan Kepala Subbidang Ideologi Negara, Bakesbangpol DKI Jakarta, Rachmat Hidayat, S.Sos,  bertempat di Ruang Rapat Utama, Kantor Bakesbangpol, Provinsi DKI Jakarta pada Rabu, 19 Januari 2022.

Agenda pembahasan pada Rapat Internal ini, merupakan tindak lanjut atas usulan dibentuknya “Kampung Pancasila” oleh Ir. Hamry Gusman Zakaria, MM, selaku anggota Pokja PPWK DKI Jakarta. Pada kesempatan tersebut Motivator sekaligus Founder PT. Motivasi Indonesia memaparkan “Implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui Pembentukan Kampung Pancasila di 267 Kelurahan se- Provinsi DKI Jakarta, Berdasarkan Inpres No. 12 Tahun 2016 Tentang Revolusi Mental”.

Dalam Inpres tersebut terdapat lima program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), antara lain, Program Gerakan Indonesia Melayani, Program Gerakan Indonesia Bersih, Program Gerakan Indonesia Tertib, Program Indonesia Mandiri, Program Indonesia Mandiri, dan Program Gerakan Indonesia Bersatu. Diharapkan kelima program tersebut dapat diterapkan secara nyata melalui Kampung Pancasila.  Penulis Buku “5 Pilar Revolusi Mental” ini juga memaparkan secara komprehensif dan sistematis Indeks Capaian Revolusi Mental (ICRM) dalam mengukur keberhasilan Kampung Pancasila, seperti mengukur persentase rumah tangga yang setuju jika salah satu anggota rumah tangga bersahabat dengan orang lain yang berbeda agama, maka dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).

Para peserta rapat menyambut dengan antusias gagasan  implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) sebagai acuan Kampung Pancasila yang dipaparkan oleh Mahasiswa Program Doktor Ilmu Administrasi Publik, Universitas Brawijaya ini. “Hal ini merupakan sebuah grand design untuk membuat percontohan Kampung Pancasila, pada tataran teknis untuk kita membuat tim kecil sebagai perumus,” ungkap Dr. Asep dengan sangat semangat, dan seluruh peserta mendukung penuh usulan tersebut. “Kita akan membentuk Tim Kecil dan merumuskan Plan of Action (POA), dan dengan lahirnya Permendagri No. 27 Tahun 2021 berkaitan dengan kewenangan pengurusan pemerintah umum, setidaknya Pokja PPWK Povinsi DKI Jakarta lebih dinamis dalam merespon apa yang dintukan dalam program nasional,” tutur Drs. M. Asyik. Sebagai penutup, para peserta rapat memperhitungkan dengan matang, teknis-teknis agar Kampung Pancasila dapat lebih menyentuh masyarakat khususnya di Provinsi DKI Jakarta.

Pembentukan Kampung Pancasila ini merupakan kegiatan yang berskala besar dan menghasilkan output yang luar biasa. Maka dari itu, diperlukan keterlibatan banyak stakeholder, dan seluruh masyarakat untuk bekerja sama, serta gotong-royong dalam mewujudkannya. Semoga Kampung Pancasila, dapat terealisasi, dan menjadi solusi untuk semakin mempererat implementasi nilai-nilai gotong-royong, pada seluruh lapisan masyarakat di Provinsi DKI Jakarta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Halo !

Klik Customer Service kami di bawah ini, untuk Terhubung ke WhatsApp!

× Butuh Bantuan?