Siapkan Parameter Kampung Pancasila, Pokja Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Provinsi DKI Jakarta Gelar Rapat Koordinasi

Jakarta-Pokja Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Pemprov DKI Jakarta, menyelenggarakan Rapat Internal Pokja PPWK, dipimpin oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakrie M.Si, dan juga dihadiri Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Bakesbangpol DKI Jakarta, Drs. M. Asyik Noorhilmany, M.Si, dan Kepala Subbidang Ideologi Negara, Bakesbangpol DKI Jakarta, Rachmat Hidayat, S.Sos,  bertempat di Ruang Rapat Utama, Kantor Bakesbangpol, Provinsi DKI Jakarta pada Selasa, 8 Februari 2022.

Agenda pembahasan pada Rapat Internal ini, merupakan tindak lanjut yang kedua atas usulan dibentuknya “Kampung Pancasila” oleh Ir. Hamry Gusman Zakaria, MM, selaku anggota Pokja PPWK DKI Jakarta. Pada kesempatan tersebut Mahasiswa Program Doktor Ilmu Administrasi Publik, Universitas Brawijaya ini memaparkan “Implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui Pembentukan Kampung Pancasila di 267 Kelurahan se-Provinsi DKI Jakarta, Berdasarkan Inpres No. 12 Tahun 2016 Tentang Revolusi Mental”.

Dalam Inpres tersebut terdapat lima program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), antara lain: Program Gerakan Indonesia Melayani, Program Gerakan Indonesia Bersih, Program Gerakan Indonesia Tertib, Program Indonesia Mandiri, Program Indonesia Mandiri, dan Program Gerakan Indonesia Bersatu. Diharapkan kelima program tersebut dapat diterapkan secara nyata melalui Kampung Pancasila.

Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Pemprov DKI Jakarta merupakan pemerintahan daerah maka menggunakan sasaran prioritas, yaitu Gerakan Indonesia Bersatu. Gerakan ini difokuskan pada peningkatan yang mendukung kehidupan demokrasi Pancasila dengan mengedepankan persatuan dan mewujudkan Bhineka Tunggal Ika. “Kegiatan ini untuk merumuskan tim kecil dalam upaya mengimplementasikan secara serentak dan mengarah ke Gerakan Indonesia Bersatu,” Arahan dari Drs. M. Asyik Noor.

Para peserta rapat sangat antusias dalam menyamakan parameter teknis yang selanjutnya akan menjadi indikator sehingga nilai-nilai Pancasila dapat dipahami dan diimplementasikan oleh Penduduk Kampung Pancasila, serta mendapatkan output dan outcome yang tepat sasaran. “Sasarannya adalah bagaimana kita membentuk kampung Pancasila, pertama mungkin dari aspek manajemen, kita fokus membuat action plan dari lima dimensi kita turunkan ada sasaran target dan waktunya, serta pengorganisasiannya,” tanggapan M. Harry Mulya Zein dengan sangat semangat, “Terkait rencana aksi semuanya sudah tergambar pada time schedule, sehingga diharapkan pada tanggal 1 Juni bisa diresmikan bersama dengan Gubernur dan Kapala BPIP. Action plan akan disusun minggu ketiga setelah konsep atau parameter final. Kemudian mengenai jika kita akan mengajak lintas sektor lain, akan menimbulkan Kampung dalam Kampung, tidak menjadi sebuah kendala ke depannya, misalnya selama ini Kampung KB sudah berjalan dan pada dasarnya setiap Kementerian/Lembaga juga mempunyai program yang sama. Lahirnya Kampung Pancasila menjadi rumah bersama dari berkumpulnya kampung-kampung tersebut, dengan harapan kehidupan masyarakat dapat menjadi lebih baik,” tutur Founder Motivasi Indonesia. Sebagai penutup, para peserta rapat memperhitungkan dengan matang, dan penyusunan draft dan konsep harus sudah 95% sebelum bertemu dengan tim kecil agar lebih sistematis.

Tindak lanjut pada pertemuan rapat ke depan diharapkan, sudah ditentukan parameter Gerakan Indonesia Bersatu (GIBe) agar dapat diimplementasikan pada Kampung Pancasila, serta telah dilakukan koordinasi, audiensi dengan para stakeholder. Semoga Kampung Pancasila, dapat terealisasi dan menjadi solusi untuk semakin mempererat implementasi nilai-nilai Pancasila, pada seluruh lapisan masyarakat di Provinsi DKI Jakarta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Halo !

Klik Customer Service kami di bawah ini, untuk Terhubung ke WhatsApp!

× Butuh Bantuan?